SIMPOSIUM KENALI DAN PERANGI NARKOBA LANGKAH AWAL SELAMATKAN GENERASI PENERUS BANGSA

Dalam rangka Milad ke-5, Pusat Studi Napza telah menyelenggarakan simposium bertema pencegahan penyalahgunaan Narkoba yang bertujuan selain terus memperbaharui pengetahuan terkini mengenai Narkoba, simposium ini juga mempererat dan memperluas kerjasama berbagai organisasi yang bergerak di bidang pencegahan dan pemberantasan Narkoba baik lembaga pemerintah maupun non pemerintah. Tamu undangan simposium ini antara lain BNNP DIY; Polda DIY; Sekolah – sekolah di Sleman dan SMA UII; Dinas pendidikan Sleman; Disdikpora DIY; DPD GRANAT DIY; organisasi Mata Garuda DIY; dan seluruh peserta lomba essay Napza dalam rangka Milad PSN ke-5.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Indonesia, Bp. Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., PhD menegaskan bahwa peran serta Pusat Studi Napza dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba sangatlah penting, mengingat mahasiswa dan pelajar adalah sasaran dari para pengedar. Yogyakarta termasuk salah satu kota dengan angka pengguna yang tinggi, hal ini disebabkan karena kota ini adalah pusat pendidikan dan kebudayaan yang di dalamnya banyak pelajar dan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu. Sementara itu Kepala bidang P2M Badan Narkotika Nasional Propinsi DIY, Bp. Bambang Wiryanto, S.Si menekankan bahwa upaya preventif yang dinilai adalah langkah yang paling efektif harus lebih digencarkan disamping upaya pemberantasan dari aparat pemerintah.

Pada kesempatan itu pula Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, Sp.KJ(K) selaku Kepala Pusat Studi Napza Universitas Islam Indonesia menjelaskan berbagai dampak penyalahgunaan Narkoba dari segala aspek yaitu aspek kedokteran yang menimbulkan berbagai penyakit hingga penyakit letal seperti HIV/AIDS, aspek kesehatan mental, sosial, dan spiritual. Beliau juga menyampaikan bahwa kedepannya Pusat Studi Napza akan terus melakukan upaya utamanya di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat dengan menggandeng berbagai organisasi yang bergerak di bidang yang sama.